Bupati Pamekasan Badrut Tamam meresmikan Pusat Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat (PKPM) dan mengukuhkan 36 Rukun Tetangga (RT) se-Kelurahan Kangenan, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Masa Bakti 2019-2022 secara simbolis yang di awali dengan pemebrian santunan terhadap anak yatim (24/02/2020).

Acara tersebut dihadiri oleh FORKOPIMKA, Kepala DLH, Camat Kota Pamekasan, Lurah se-Kecamatan Pamekasan, Perangkat Kelurahan, Ketua RT/RW, Pengurus PKK, dan para tamu undangan lainnya serta masyarakat kelurahan kangenan. Sebelum acara peresmian tersebut dibuka , Bupati Pamekasan disambut dengan pembacaan sholawat yang di iringi tabuan hadrah.

Peresmian gedung tersebut dalam rangka mendukung program Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk membangun pertumnuhan ekonomi yang dimulai dari kelurahan dan desa. Selain itu PKPM Kelurahan kangenan adalah salah satu kiat untuk menjadikan Kangenan sebagai Kelurahan Tematik.

Bapak H. Agus Rianto, Ketua Panitia melaporkan bahwa PKPM merupakan induk atau tempat berkumpul dan berkoordinasinya lembaga-lembaga atau organisasi di Kelurahan Kangenan baik BKM, Forum RT/RW, Karang Taruna, Gabungan Kelompok Tani , PKK, dan lain sebagainya yang akan digerakkan untuk menuju kemajuan pembangunan yang berbasis masyarakat sebagai titik awal kelurahan Tamatik menuju Pamekasan Hebat Rajjha, Bhajjra tor Parjhugha.

“ini merupakan mimpi bagi kami bapak Bupati Pamekasan untuk merealisasikan program desa dan kelurahan tematikyang di programkan Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Mohon dukungan dan pembinaannya agar kami bisa bekerja dengan baik dan bisa memberdayakan kehidupan masyarakat di kelurahan ini” ungkapnya

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mengungkapkan bahwa tidak ada pertumbuhan ekonomi tanpa adanya produk-produk yang dibuat sendiri di Pamekasan. Oleh karena itu, untuk membangun pertumbuhan masyarakat harus dilatih memiliki keahlian baru, lalu dibantu alat, dibantu permodalan, baru setelah itu dibantu pemasaran.

Lebih lanjut beliau menyampaikan ada 4 langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk menguatkan ekonomi. Tahun ini melatih 2500 orang untuk berwirausaha.

“Ribuan pemuda calon pengusaha itu dikirim langsung berlatih bagaimana caranya membuka usaha baru misalnya membuat sandal, membuat sepatu, bagaimana cara mengemas barang menjadi lebih menarik, dan lainnya” ungkap beliau

Beliau juga menjelaskan alatnya akan dibantu oleh Himbara (Himbauan BANK Negara) serta akan membantu setelah mempunyai skill dan alat terutama dalam aspek modal.

“Kita pertama di Indonesia yang memberikan pinjaman bagi yang sudah dilatih mendapatkan alat hanya bunganya 1%. Ini disebut revolusi IKM, akan kita lakukan” ungkapnya

Mengenai jaminannya beliau mengatakan Pemerintah Kabupaten Pamekasan sedang merancang jaminan melalui tes khusus terutama untuk mendeteksi kejujuran, kompetensi, hingga gaya bekerja.

“Hanya dengan sertifikat itu menjadi jaminan ke bank, baru dapat pinjaman 1% tapi akan dilakukan pemantauan terus apakah bekerja atau tidak. Ini adalah cara radikal yang akans egera dilakukan”. Jelasnya

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bapak Bupati Pamekasan dengan disaksikan oleh Jajaran Forkopimka serta sejumlah tamu undangan lainnya. Dalam momen tersebut pihaknya juga menyempatkan diri untuk melihat berbagai jenis kerajinan karya ibu-ibu PKK dan Produk masyarakat Kelurahan Kangenan. Diakhir acara para tamu yang hadir disuguhi makanan dan jajanan hasil UKM seperti, Rujak Cengor, Campor Lorjuk, Rap-orap, Kue Pecong, dan Cendol.

 

Dalam kesempatan tersebut para UKM di Kelurahan Kangenan bisa langsung mendaftarkan SIUP badan usaha yang khusus di datangkan untuk menfasilitasi

Leave a Comment